Rabu, 23 September 2009

CLIMATE CHANGE IMPACTS US ALL, EVERYWHERE

I understand what it's like when problems with the environment force you from your home. My family left Belarus because of the Chernobyl nuclear accident in 1986.

Climate change impacts us all, everywhere. It is pushing millions of people around the world out of their homes because of droughts, floods, devastating natural disasters, losses in fertile lands and forests. But the poorest are most vulnerable and failure to act with deprive 2.6 billion people of hope and opportunity.

By cutting our carbon emissions and investing in a green economy now, we can give the world's poor a true opportunity to weather the coming storm and build a stronger future.

Let the Copenhagen Conference be the turning point to usher in a global green economy. Urge world leaders to seal this deal in December.

You can make a difference
Get involved

Maria Sharapova
UNDP Goodwill Ambassador

Rabu, 20 Mei 2009

Ngaca dulu ah.. (Narsis atau Ngga Pede ?)

Pagi ini, tidak masuk kuliah pajak. Kepala agak pusing, dan badan sedikit pegal. Dan agak mual …..(MUALEZ).he

 Tahukah kamu menurut sebuah penelitian, dikatakan bahwa kita berkaca rata2 lebih dari 4 jam dalam satu hari untuk normalnya. Gak nyangka kan selama itu kita berkaca (NARSIS amat.he) ? Sebenarnya ga usah kaget kaget banget, sebab ada alasan yang melatarbelakangi kita sebagai manusia melakukan kegiatan BERKACA.

 

Nah, alasannya adalah :

 

Perfeksionis terhadap penampilan.

 Sering lihatkan baik dikampus, mall, atau tempat umum orang orang dengan penampilan WOW, maksudnya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut enak dipandang. Mulai dari yang berkerudung sampai yang pakai baju "masa kini", laki - laki atau perempuan. Nah, mengapa mereka bisa begitu? Mereka itu tipe orang yang perfeksionis sama penampilan, prinsip mereka (mungkin) "Ketika ku berjalan biarkanlah orang lain menganggumiku sebagai Mahluk Tuhan Paling.....(bisa seksi, elegan, gaul, EMO, dll tergantung orientasi tampilan pribadi)". Dan saya bisa pastikan " They have enormous(lebay yak.he) time to watch how they look in the mirror".......

 

Dari sananya Narsis

            Tahu kan tokoh dalam mitologi Yunani yang jatuh cinta sama bayangannya sendiri? Betul banget Narsis namanya... Nah kalau orang tipe ini, ga usah deh di terangkan secara mendalam. Orang narsis pasti bisa berkaca lebih dari 4 jam dalam sehari. Salah atau aneh ga? ya ga lah. Pada prinsipnya sifat narsis itu berangkat dari rasa percaya diri, yang mana dalam diri pribadi  berkembang menjadi narsis ketika proporsi dalam menghargai diri sendiri lebih jauh berkembang dari rasa menghargai orang lain. Kalau dalam istilah Ngilmiahnya, orang narsis termasuk golongan Machievelli, yang mana singkatnya berprinsip "Aku adalah aku, kamu adalah kamu". Sikap narsis, sepanjang dapat dikontrol pada tahap yang prorposional akan menjadi kekuatan tersendiri, tapi kalau sebaliknya bisa bisa di jauhin orang orang.he karena dianggap "SOMSE (SOMBONG SEKALI)".

 

Ngga Pede

            Nah ini dia, yang paling bahaya. Ngga pede adalah atribut yang pasti melekat pada pribadi yang merasa sebagai "warga" Sekolah, Kampus atau Lingkungan Sosial Kelas Tiga. Biasanya ciri ciri orang ini :

1. Jalan Nunduk (bukan karena rendah hati tapi rendah diri)

2. Kalau ketemu temen ga bakal menyapa duluan (bukan karena sombong tapi ngga pede)

3. Kalau lagi di jalan melihat sekempulan temen atau orang, langsung balik badan cari jalan lain yang sepi.

4. Kalau lagi kuliah atau di suatu forum jantung berdetak keras (bukan karena ngga sabar pengen ngomong, tapi karena takut ditunjuk suruh ngomong).he

* SOK Tahu banget ya gw (ya iyalah)......he

 

Kenapa diawal saya bilang bahaya, karena dua lasan pertama itu jauh lebih bagus. At least orang perfeksionis dan narsis punya percaya diri yang melatarbelakangi kegitan mereka berkaca. Nah kalo orang ngga pede, saat ngaca...mungkin ngomong gini " Aduh, badan gw kok gendut yak, gak kaya Yuni Shara" atau "kulit gw hitam amat, gak kaya Cinta Laura, enak ya jadi Cinta Laura". Orang yang ngga pede selalu membandingkan secara negatif diri mereka dengan orang lain.Padahal ada paradigma dalam memandang diri yang perlu dirubah. Gimana caranya :

 

Mulai sadar bahwa beharganya atau bernilainya saya tidak datang dari segala sesuatu yang dapat saya lihat atau saya katakan tentang diri saya. Kepercayaan diri saya datang dari kebenaran bahwa saya berasal dari Tuhan, dimana Tuhan memandang saya berharga untuk hidup sebagai salah satu "agent" dalam menyelesaikan misi di dunia ini guna menunujukan eksistensiNya melalui saya. Intinya, kita dapat memiliki kepercayaan diri yang sempurna jika kita berhenti melihat ke cermin dan mulai melihat Tuhan. Tanamkanlah dalam hati prinsip " I am okay, you are okay".

 

Untuk langkah kongkrit menumbuhkan rasa berharga atau pede, saya mengutip dari David J. Schwartz saja dari bukunya “The Magic of Thinking Big” :

Jenis Ketakutan

Tindakan

Rasa malu karena penampilan pribadi

Perbaiki penampilan anda. Pergi ke tukang jahit yang bagus, pakaian anda harus bersih dan disetrika. Rapikan rambut anda. Tidak selalu perlu pakaian mahal untuk memperbaiki penampilan anda.

Takut akan apa yang mungkin orang lain pikir atau katakan

Pastikan bahwa apa yang anda rencanakan untuk dilakukan sudah benar. Lalu kerjakan. Tak seorang pun pernah mengerjakan apa saja yang berharga tanpa mendapat kritik.

Takut kepada orang banyak

Tempatkan mereka pada perspektif yang semestinya. Ingat, orang lain juga manusia biasa, yang mirip sekali dengan anda

 

Dan juga langkah aplikatif yang disarankan oleh beliau antara lain :

1.       Duduklah selalu dibarisan depan

2.       Adakan kontak mata saat berbicara (Kontak mata cermin percaya diri di mata orang lain)

3.       Berjalanlah 25 persen lebih cepat.

4.       Berbicaralah terus terang.

5.       TERSENYUMLAH LEBAR LEBAR (ingat seringkali senyum tanpa alasanlah yang membuat kita bahagia)

Nah, sekian saja dari saya. God bless you.

Self-help

 

;;