Minggu, 21 September 2008
Mengapa kita butuh (mau) berteman (ya)dengan seseorang lain ?
0 komentar Diposting oleh Theodorus Soeharto di 06.44“Erma, kabar dia gimana ? da punya pacar lum?”
“Agh, males gua jawabnya.. Tanya aja sendiri….!”
“Ga bakal jawab dia, ma…”
“Gw males kl lw temenan ma gw Cuma gara gara mw manfaatin gw duank buat nanya dia”
Itu sekilas percakapan penulis dengan salah seorang teman setelah 10 menit percakapan. Percakapan di atas menggelitik penulis tentang arti pertemanan. Apakah latar belakang sebenarnya seseorang ingin berteman dengan seseorang lainnya yang akhirnya membentuk suatu kelompok ? Salahkah ASAS MANFAAT menjadi latar belakang itu? Atau memang kita (seharusnya) berteman dengan seseorang karena rasa TULUS ?
Asas Manfaat, asas ini kesannya kejam bila di pahami sekilas. Seperti mengekploitasi seseorang untuk kepentingan sendiri. Padahal jika memahami Asas ini lebih dalam akan berbeda persepsi yang timbul.
Sebuah teori menjelaskan latar belakang atau alasan mengapa kita mau berteman dengan orang lain yang akhirnya membentuk sebuah group (Kita berteman dengan individu individu lain akhirnya akan membentuk sebuah kelompok atau group.). Ada lima alasan( Organizational Behavior 12th Edition) :
Security (Rasa Aman)
By joining a group, individuals can reduce the insecurity of “standing alone”. People feel stronger, have fewer self-doubts, and are more resistant to threats when they are part of group.
Teori diatas menyebutkan bahwa kita bereteman karena kita merasa akan lebih “aman” dalam menghadapi sesuatu bila secara bersama sama. Karena pada dasarnya manusia memiliki rasa takut, rasa takut itulah yang mendorong seseorang untuk berteman. Disini secara eksplisit asas manfaat berlaku.
Status
Inclusion in a group that is viewed as important by others provides recognition and status for its members.
Orang hidup mencari status. Status membuat seseorang merasa memiliki percaya diri yang diinginkan. Contoh rill, remaja yang ingin disebut sebagai anak gaul akan cenderung mendekati orang yang memiliki wawasan pergaulan yang luas( so many/ much example).
Self- esteem.(Penghargaan terhadap diri)
Dengan berteman seseorang akan merasa memiliki harga diri, rasa dihargai oleh individu lain.
Affiliation
Orang berteman untuk memenuhi kebutuhan sosialnya.
Power
Orang akan merasa lebih kuat atau mampu mencapai sesuatu yang dianggap tidak bisa dicapai sendiri dengan berteman. Contoh: Seorang pria mengejar seorang wanita hingga mencapai hampir 4 tahun, dan kebetulan pria tersebut memilki teman yang sama dengan perempuan itu. Sang pria tentu saja akan meminta bantuan temannya untuk bisa mendapatkan wanita tersebut. Salahkah menurut anda ?
Goal Achievement
Seseorang berteman karena mungkin memiliki tujuan yang sama, dan merasa tujuan itu hanya dapat dicapai bila diusahakan bersama sama.
*Penulis menyebut 5 alasan diatas sebagai pemenuhan “manfaat”.
Jadi sebenarnya rasa saling membutuhkanlah yang mendorong manusia(kita) untuk berteman (bersosialisasi). Membutuhkan apa? Pemenuhan “Manfaat”.
Salahkah ?
Setelah tahu apa saja alasan kita mau berteman,Sekarang dapatkah asas manfaat disalahkan?
Tentu tidak sepanjang rasa manfaat yang kita minta tidak merugikan individu lain. Kasus di atas (percapakapan diatas) tidaklah termasuk meminta manfaat yang salah, sebab hal itu tidak merugikan sang teman , dimana prilaku peminta manfaat hanyalah aplikasi dari alasan nomor 4 yaitu Power. Jadi sangat sempitlah bila asas manfaat itu dianggap negatif .
Namun sebagaian dari kita mungkin merasa bahwa kita berteman memang karena rasa tulus. Memang benar itulah yang penting. Tapi siapakah yang bisa mengukur rasa tulus itu? Yang bisa ya kita sendiri karena peniilaian rasa tulus bersifat subjektif.
Rasa tulus dalam pertemanan artinya adalah kondisi dimana anda memberi manfaat kepada orang lain tanpa merasa dirugikan atau merasa dimintai manfaat. Rasa tulus akan timbul dalam pertemanan seiring berjalannya waktu. Ketika kita merasa nyaman dalam berteman lambat laun rasa tulus akan timbul,. Jadi bagi anda yang merasa dirugikan oleh teman anda, sesungguhnya anda belumlah menganggapnya teman atau mungkin orang itu bukanlah teman yang anda inginkan.
Intinya ASAS MANFAAT itu memang nyata terjdai dalam pertemanan dan TIDAKLAH BURUK sepanjang tidak merugikan atau berlebihan. Contoh asas manfaat yang merugikan dan berlebihan , misalnya mendekati orang yang pandai agar dikerjakan tugas tugasnya, mendekati teman yang kaya agar ditraktir makan, dan prilaku prilaku lain yang sifatnya egois.
Lalu berarti tidakah ada group / kelompok yang terbentuk bukan karena asas manfaat ? Jawabnya ada. Pertemanan jelas bukan, karena syarat dengan asas manfaat. Keluarga adalah jawabnya, dan tidaklah lupa rasa cinta kepada seseorang, itulah kelompok kelompok individu yang ada bukan karena asas manfaat. Singkatnya kelompok pertemanan terbentuk karena Asas Manfaat sedangkan keluarga atau kekasih terbentuk karena rasa cinta/ tulus.
Untuk memudahkan pemahaman, simak tabel dibawah:
| Kelompok | Penyebab Terbentuk | Akibat | Contoh |
| Pertemanan | Kebutuhan akan “manfaat” baik disadari atau tidak. | Menghasilkan rasa tulus/cinta dan pemenuhan “manfaat” | A adalah anak baru di SMP Merpati, dia pasti akan mencari teman agar merasa tidak sendiri / memperoleh rasa aman. |
| Keluarga | Rasa cinta/tulus | Berbagi dan pemenuhan “manfaat” | Yourself. |
| Kekasih (tidak sama dengan pacar) | Rasa cinta/tulus | Berbagi dan pemenuhan “manfaat” | T mencintai T2, maka T akan dengan rela membantu T2 dalam menyelesaikan tugas tugas T2. Karena itu adalah akibat dari rasa cinta. |
Jadi bertemanlah untuk memberi dan mendapat manfaat. Sebab ASAS MANFAAT itu baik.
Dedicated for all my friend especially my dearest friend aReMA.